Tampilkan postingan dengan label Personage. Tampilkan semua postingan

gravatar

Ir.Soekarno dan wayang

Ini adalah foto Bung Karno beserta Sudiro, Gubernur DKI Jakarta 1953-1960, sedang mengagumi wayang Gatokaca karya Tjermo Suwedo. Gatokaca merupakan perlambang patriot sejati yang selalu bersedia mempertarukan segalanya demi tanah air, bangsa dan rakyatnya. Bung Karno dikenal sebagai penggemar seni wayang. Dulu di Istana Negara setiap bulan selalu diadakan pergelaran wayang kulit yang dimainkan dalang ternama asal Jakarta, Ki Gitosewoko. Kata Dalang dalam singkatan makna Jawa berarti membeberkan ilmu.



Sedangkan foto selanjutnya ini adalah foto Bung Karno ketika sedang mengamati lukisan pertempuran antara Jatayu dengan Rahwana karya maestro pelukis Indonesia, Basuki Abdullah. Basuki Abdullah dilahirkan di Solo, 27 Januari 1915. Beliau merupakan putra dari pelukis R. Abdullah Surjosubroto (putra Dr. Wahidin Sudirohusodo). Lukisan pertempuran Jatayu tersebut diambil dari fragmen Ramayana yang menggambarkan pertarungan sengit antara Burung Jatayu dan Rahwana dalam mempertahankan Dewi Shinta yang akan diculik Rahwana. Jatayu kemudian dikenal sebagai lambang burung pembela kebenaran.



[Sumber: Facebook Page "Ir.Soekarno"]


Klik ini untuk kelanjutannya
gravatar

Kisah Gus Dur dan Castro di Hotel Havana


Jakarta - Gus Dur merupakan salah satu Presiden RI yang tidak terlalu mementingkan protokoler. Saat bertemu Presiden Kuba Fidel Alejandro Castro tahun 2000 lalu, Gus Dur hanya mengenakan sandal jepit. Selain membicarakan hal serius, Gus Dur pun membuat lelucon yang membuat Fidel Castro tertawa terbahak-bahak.


Kisah ini diceritakan mantan Kepala Protokoler Istana, Wahyu Muryadi, saat berbincang-bincang dengan detikcom, Selasa (5/1/2010). Wahyu saat itu mendampingi Gus Dur menginap di Hotel Melia Havana. Gus Dur dan rombongan datang ke Havana untuk menghadiri acara KTT Non Blok.

Saat itu, sekitar pukul 22.00 waktu setempat, Gus Dur sedang santai di sofa kamar suite-nya di hotel tersebut. Gus Dur lagi asyik mendengarkan kaset wayang kulit dengan menggunakan headphone. Dia mengenakan celana pendek dan sandal jepit.

Malam sudah hampir larut, Gus Dur dan juga para pejabat pemerintah RI lainnya tak mengira akan kedatangan pemimpin Kuba. "Saat itu Pak Fidel Castro memang datang ke hotel secara mendadak. Dia mengenakan baju cokelat seperti seragam Pemda itu, tanpa topi," kata Wahyu.

Begitu mendengar kehadiran Castro, Wahyu Muryadi pun langsung lompat dan lari ke lantai atas untuk membangunkan Menlu Alwi Shihab yang sudah terlelap tidur. "Paspampres kaget, soalnya Castro memaksa masuk kamar suite Gus Dur. Aku lompat lari ke atas membangunkan Menlu Alwi Shihab yang terlihat kelelahan," kata wartawan Tempo itu.

Kedatangan Castro juga membuat Gus Dur panik. Dia bergegas mengenakan celana panjang. Namun, Gus Dur tak sempat memakai sepatu. Gus Dur pun menemui Castro dengan mengenakan sandal jepit. "Saat itu Castro menenangkan Gus Dur dengan mengatakan 'Its okay Mr President, Don't be in a hurry'," terang Wahyu.

Setelah membahas sesuatu yang serius terkait KTT Non Blok selama 30 menit, Gus Dur dan Castro pun beradu lelucon. Seperti diketahui, Gus Dur memang sangat pandai untuk membuat lelucon di berbagai forum yang ia hadiri.

Ketika bertemu Castro, Gus Dur menyampaikan lelucon tentang presiden-presiden Indonesia yang gila. Menurut Gus Dur, presiden RI pertama gila wanita, presiden RI kedua gila harta, dan presiden RI ketiga gila teknologi. "Terus presiden yang keempat, coba Pak Castro tebak," kata Gus Dur saat itu. "I don't know," jawab Castro.

"Kalau saya ini yang memilih orang-orang gila," kata Gus Dur. Saat itu Castro yang selalu berpenampilan dengan janggut panjangnya itu langsung terpingkal-pingkal. "Ini benar-benar terjadi, karena saat itu saya dan Pak Alwi yang mendampingi Gus Dur," ujar Wahyu yang mengaku kisah ini sulit untuk dilupakan dan selalu terkenang-kenang.

(asy/ape)

Sumber: http://www.detiknews.com/read/2010/01/05/195134/1272299/10/kisah-gus-dur-dan-castro-di-hotel-melia-havana?991102605


Klik ini untuk kelanjutannya
gravatar

Ratu Rania dari Yordania


Yordania adalah satu-satunya negara di dunia yang raja dan kepala negaranya adalah keturunan beliau yang dalam Islam disebut sebagai Nabi Muhammad. Sekarang, raja dan kepala pemerintahannya adalah Raja Abdullah II, keturunan Nabi ke 43. Perlu diketahui bahwa nenek moyang Ibnu Saud (Arab Saudi) tidak dikenal sosoknya di jaman Nabi.


Sebagai pembanding, kita bisa melihat Kesultanan Sulu di Malaysia. Walaupun Sultan Kesultanan Sulu memiliki garis keturunan Nabi, tetapi Kesultanan Sulu bukan merupakan sebuah negara. Kesultanan Sulu merupakan salah satu kerajaan yang ada di Negara Malaysia. Sepertinya Kasultanan Sulu mirip Kesultanan Ternate atau Kesultanan Tidore bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Ratu Rania sekama ini berkontribusi sangat besar bagi dunia. Hal itu diperoleh baik lewat organisasi nasional di Yordania, organisasi regional di Timur Tengah maupun organisasi Internasional. Beliau juga aktif di World Economic Forum. Dalam "The 100 Most Powerful Women" menurut Forbes Magazine, beliau menduduki urutan 81. Menurut wikipedia.org, beliau juga aktif di beberapa organisasi, a.l.:

* Global Alliance for Vaccines and Immunization
* Jordan River Foundation
* Arab Women's Summit
o National Team for Family Safety
* National Team for Early Development
* Dar Al Aman Child Safety Center
* World Economic Forum (Foundation Board member)
* United Nations Foundation
* UN Children's Fund (named the first Eminent Advocate for Children)
* International Youth Foundation
* FINCA International (Foundation for International Community Assistance)
* International Osteoporosis Foundation
* Queen Rania Center for Entrepreneurship



Klik ini untuk kelanjutannya
gravatar

Kahlil Gibran


Kahlil Gibran bernama lengkap Gibran Kahlil Gibran bin Mikhael bin Saâd. Lahir 6 Januari 1883 di daerah Bsharri, Lebanon, di mana Lebanon waktu itu masih merupakan bagian dari Syria, dan Syria masih bagian dari Kekhalifahan Ottoman Turki. Selain dikenal sebagai sastrawan ternama bersama William Shakespeare dan Lao Tse, Kahlil Gibran juga dikenal sebagai filosof, teolog, dan penulis.



Masa kecil di Lebanon, Syria, KOT
Hidup Kahlil Gibran memang lebih banyak dijalani di Amerika, akan tetapi jejak hidupnya tetap saja berangkat dari Lebanon. Kahlil Gibran lahir 6 Januari 1883 dalam keluarga Kristen Maronit di Bsharri, Lebanon daerah utara. Kakeknya dari garis ibu adalah seorang pendeta Kristen Maronit di kota yang mayoritas penduduknya beragama Kristen Maronite itu. Beliau tidak mengenyam pendidikan formal di masa kecilnya, mengingat kondisi perekonomian keluarganya yang kekurangan. Akan tetapi, para pendeta sering mengajarinya tentang Alkitab, bahasa Arab, bahasa Syria.

Ayah Kahlil Gibran, yang bekerja sebagai seorang tax collector, suatu ketika dituduh melakukan pengelapan pajak hingga akhirnya dijebloskan ke dalam penjara. Sesuai hukum yang berlaku di Kekhalifahan Ottoman Turki waktu itu, harta kepemilikan keluarga kemudian disita untuk kerajaan. Beberapa waktu kemudian, Kahlil Gibran, ibu, Peter(adik laki-laki), dan Mariana dan Sultana (kedua adik perempuannya), berangkat ke New York pada 25 Juni 1895. Kahlil Gibran berumur 12 tahun waktu itu.


Klik ini untuk kelanjutannya

Popular Posts